Anak Kecanduan Gadget? Smart Mother And Father, Ini 6 Cara Ampuh Mengatasinya

Kecanduan gadget bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak, seperti malas bergaul dengan teman sebaya, lupa belajar dan mengerjakan PR, serta bisa menurunkan kesehatan mata mereka. Nah, jika anak Anda sudah tidak bisa lepas dari gadget, Smart Parents bisa melakukan 6 cara ini untuk mengatasi kecanduan itu. Faktor neurosains kedua yang mempengaruhi kecanduan gadget pada anak adalah karena kendali diri mereka masih dalam masa perkembangan.

Untuk anak laki-laki, biasanya bisa bermain sepak bola, basket, kelereng, voli dan olahraga lain dengan teman sebayanya. Sedangkan anak perempuan dapat bermain boneka, berdandan, memasak, bersepeda dengan teman perempuanya. Tak hanya anak-anak saja, Mama dan Papa juga harus menaati aturan tersebut sebagai contoh yang akan dilihat oleh anak. Sebab anak akan melihat dan menirukan apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Saat usianya masih kecil, ada baiknya Mama memberikan jadwal kapan anak dapat menggunakan gadget. Hal ini berguna agar kelak saat dewasa, ia akan terbiasa untuk tidak terus menerus menatap layar gadget-nya.

Lakukan beberapa hal ini untuk membentengi anak dari kejahatan seksual di dunia maya maupun di lingkungan rumah dan sekolah. Gadget tidak jarang dijadikan senjata ampuh para orangtua untuk membuat anak tenang sekaligus betah di rumah. Sayangnya, jika hal ini terlalu sering dilakukan, justru dapat menyebabkan anak kecanduan gadget. Anak-anak perlu dibekali informasi mengenai keberadaan jejak digital sehingga tak boleh sembarangan beraktvitas di dunia maya. Sebaliknya, anak juga perlu tahu bahwa segala sesuatu yang ditemukan di internet pun harus disikapi dengan hati-hati dan bijak, terkait maraknya hoax dan semacamnya. Terakhir, jangan pernah bosan tekankan ke anak bahwa ia bisa curhat apa saja ke dirimu selaku orang tua, secara khusus terkait dengan hal-hal di web dan dunia digital.

Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, begitu juga dengan bermain gadget. Zakiyah sendiri memiliki empat anak yang duduk di jenjang TK hingga SMA dan seluruhnya masih belajar secara daring. Dalam hal screen time, ia dan anak-anaknya membuat kesepakatan terkait jadwal saat di depan layar.

Masa depan anak menjadi bergantung pada keputusan kita saat ini untuk tidak mudah diperbudak oleh gadget. Pesan penting dari hasil penelitian ini adalah perlunya orang tua untuk berikhtiar agar anak kita bisa terbebas dari yang namanya ketergantungan terhadap gadget. Hal yang menyenangkan belum tentu baik untuk anak kita ke depannya. Selalu ingat bahaya dan betapa ruginya anak kita jika ketergantungan.

gadgetmerusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut. Bagian ini bisa jadi bagian paling sulit yang dapat dilakukan orang tua karena setiap anak memiliki perilaku yang berbeda. Orang tua harus mampu memberikan penjelasan tentang bahaya pengunaan telepon genggam terlalu lama. Kalau saya sih menetapkan anak-anak tidak boleh menggunakan gadget di kamar tidur . Anak-anak perlu dibiasakan untuk tidak menggunakan gadget minimal 1 jam sebelum tidur sehingga dia lebih mudah terlelap. Jadi sebelum Mama Papa membatasi Si Kecil untuk bermain gadget, jadilah contoh yang baik dulu dengan tidak terlalu sering menggunakan gadget di depan mereka.

Cara agar anak tidak kecanduan gadget

Ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, olahraga, bersepeda, memancing atau berkebun. Jika orang tua kecolongan, maka risiko bagi anak-anak dapat berdampak terhadap tumbuh kembang psikologis sang anak. Risiko penyakit kejiwaan seperti depresi, gangguan kecemasan, antisosial atau tidak minat bersosial, autisme, bipolar dan perilaku menyimpang anak dapat terjadi. Akan tetapi, Anda juga perlu mengajak anak melakukan aktivitas lain yang tidak kalah menyenangkan. Nah Anda harus tahu kalau bermain video games dapat melatih mental si anak.

Bisa jadi si kecil akan bingung saat melihat ibunya melarangnya bermain gadget padahal sang ibu hampir selalu memandangi layarsmartphone-nya. Jadi, tunjukkan contoh yang baik sehingga si kecil akan menirunya dengan baik. Jika anak sudah rewel baiknya kamu menemaninya bermain dan mengajaknya berbicara. Salah satu alasan mengapa anak sangat tertarik dengan gadget dikarenakan kurangnya perhatian juga merasa bosan akibat tidak ada teman untuk berbicara atau bermain.

Hal ini menjadi salah satu bentuk motivasi dan dukungan orang tua secara nyata untuk pendidikan anak. Anda mengatakan jangan bermain gadget, cease dan matikan ponsel pintar, tetapi orang tua sendiri masih terus menggunakannya. Buatlah waktu satu jam tanpa gawai untuk seluruh anggota keluarga.

Dan kita cenderung mengulangi perlakuan yang mendatangkan pujian. Mulai dari sekedar naik mobil keliling kompleks dan mampir ke mini market. Ataupun bermain Lego, puzzle ataupun sepak bola di depan rumah. Namun apakah dengan memberi anak gadget jadi satu-satunya pilihan aktivitas di rumah? Emang sih, situasi pandemic seperti sekarang membuat ruang bermain Si Kecil menjadi semakin terbatas. Situasi ini mengharuskan Si Kecil lebih banyak di rumah dibanding main di luar.